Selamat Berkelana Tuan

Langkah kakimu terpandang sudah semakin jauh
Tak lagi kudapati senyummu nyata kupandang
Pergilah tuan,
Berkelana lah,
Kejar cita-citamu
Kejar impianmu
Sejenak jika lelah kau rasakan
Menolehlah,
Bibir pipihku menampakkan senyum
Sembari bertanya padamu
Lelah? Mau cerita apa?
Ingatlah,
Aku tetap dibelakang mu
Jadikan aku tempat pulangmu setelah keluargamu
Jangan segan!
Seperti biasa kita bercerita layaknya pendongeng dan pendengar
Aku, 
Sebagai pendengarmu
Tak pernah merasa letih sedikitpun akan ceritamu
Tidak tertarik?
Ah mana mungkin
Aku selalu antusias mendengarkan apapun itu
Tetap seperti itu ya:)




Mojokerto, 02 Agustus 2023



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khazanah dalam Niraksara

Kita Punya Cinta, tapi Allah Punya Aturan

Dalam Renungan Rindu