sendu rindu

Entah ada apa dengan malam ini
Sejak tadi, aku berdiri diambang pintu
Seketika aku menempatkan diri diatas kursi kayu yang nampak usang nan tanpa sandaran itu
Tubuhku bersandar pada dinding putih
Jemariku tengah menorehkan bait aksara
Dialog dini hari pun tak menyadarkanku atas waktu yang semakin larut
Hal yang tak tahu mengapa muncul
Mendapati sosok bayang indah wajahmu
Bak lukisan semesta 
Raut rupamu semakin jelas
Tepat mata kita menatap
Hatiku berbisik,
Sangat lirih.
Lantas nadanya sangat ketus
Ia bersendu,
Jikalau sedang merindukanmu
Huh, sungguh ragaku pun tak bisa mengelaknya
Nestapa kerinduan semakin menggrogoti jiwaku
Lantaran semesta yang tak mengizinkan raga kami ‘tuk bersua
Sudahlah, biarkan rindu itu mengikis 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khazanah dalam Niraksara

Kita Punya Cinta, tapi Allah Punya Aturan

Dalam Renungan Rindu